I Fell In Love with A Star

October 24th, 2005 by jolarasati

I fell in love with a star
The brightest star ever
The kind of star that always shines as bright as it can be
Even when the sky were gray.. Even on a rainy day

I see my beloved star in your sparkling eyes
And that made me fell for you
And i’m still now
Because I still can see that sparkling little star in you

Sweet The Sting [Tori Amos]

October 24th, 2005 by jolarasati

With a strut into the room
with hat cocked sure defiantly
He said "I, I have heard..That you can play the way I like it to be played"
I said, "I can play, anyway that you want
but first I want, I want to know

Chorus:
Baby is it sweet sweet
Sweet the sting
Is it real this infusion
Can it heal where others before have failed
If so then somebody
Shake shake shake me sane
’cause I am inching ever closer to this scorpion’s tail"

He said "I laid my weapons down with my pistol
Fully loaded, a hunted man
To my root, will it end
Or begin in your cinnabar juice?"

[Chorus]

Love let me breathe
Breathe you in
Melt the confusion
Until there is
There is you - union

[Chorus]

I love Indonesia.. Don’t you?

October 24th, 2005 by jolarasati

Waktu dalam perjalanan ke Senen naik Trans Jakarta, gue melihat sesuatu di depan Hotel Indonesia. Dari balik kaca bis yang adem dan sangat menyenangkan, gue liat papan besar dan panjang. Judulnya , kalo nggak salah, "Setahun Kabinet Indonesia Bersatu Mengabdi Pada Bangsa" or sumthin’ like that. Disitu ada foto yang menggambarkan betapa besarnya pengabdian kabinet itu (yang banyak ditampilkan sih pemimpin dan wakilnya) dari pertama kali terpilih dan terbentuk sampe tahun 2005. And I couldn’t help smiling, not a happy smile tapi senyuman miris. No offense to anybody, tapi kok kayaknya timpang ya??

Sayang aja gue nggak sempet liat jelas dan ngitung ada berapa foto "bukti pengabdian".  Dan pertanyaan-pertanyaan ini langsung mucul di kepala gue:

kenapa nggak ada foto saat mahasiswa-mahasiswa yang lagi demo kebijakan mereka yang kadang kok malah nyekek ya?

Kenapa nggak ada foto-foto anggota dewan pemakan gaji buta yang lagi tidur pas lagi rapat membahas hal-hal krusial yang menyangkut masyarakat luas?

Kenapa nggak ada foto-foto masyarakat kecil dengan muka muram akibat naiknya BBM yang disusul naiknya semua harga, mulai dari harga sembako sampe tarif angkutan umum?

Kenapa nggak ada foto keluarga korban-korban pengeboman yang nungguin kapan pelaku-pelaku yang sudah tertangkap dieksekusi?

Kenapa nggak ada foto-foto keluarga kasus-kasus penembakan mahasiswa dan orang hilang yang sampe sekarang gak jelas kasusnya?

Kenapa nggak ada foto koruptor yang lagi ketawa ngakak sambil ngangkangin uang yang dijarah dari negara?

Kenapa nggak ada foto orang-orang lagi ngantri uang kompensasi BBM termasuk orang-orang tua yang tidak seharusnya berdiri berjam-jam hanya untuk uang 100ribu rupiah?

Intinya, dibandingkan dengan foto-foto itu, gue yakin foto-foto ‘dosa’ dan PR mereka yang belum dikerjain sampe sekarang pasti lebih banyak!! 

Gue bukannya mau sok pinter lantas jadi banyak ngomong.. Tapi menurut gue, belum perlu lah papan itu dipasang, Belum waktunya. Nanti kalo sudah lebih banyak prestasi kerja dibanding PR yang belum selesai plus ‘dosa’ yang dilakukan, nah dipasang setinggi Monas pun gue setuju.

Jangan biasakan berpuas diri hanya karena satu-dua tugas selesai dan secubit (belum segenggam) prestasi tercapai sementara masih banyak yang seharusnya diselesaikan lebih dulu. Tuh yang korupsi masih cengar-cengir, masih pesta-pesta, masih peluk-pelukan, masih tebar pesona!Sementara yang sengsara tetep aja jadi kambing hitam.. Nyolong ayam seekor, digebukin! Nyolong motor karena lapar, dibakar!Gimanapun yang namanya nyolong emang gak boleh, tapi yang pake kemeja kerah putih dan jas plus dasi juga jangan didiemin walaupun udah terang-terang keliatan kalo mobil, rumah dan uang di tabungannya hasil nyolong!

Ah Indonesia-ku.. Kasian! Kapan ya kamu bisa jadi bangsa yang bener-bener seperti yang disebutkan di buku PPKn anak sekolahan?? Adil, makmur, berbeda tapi tetap satu. Masa iya, masih mau bo’ongin anak sekolahan terus?? Malu ah! Negara lain udah kemana-mana.. kita stuck di keterpurukan dan sibuk meratapi nasib tapi nggak mau bangun dan terus jalan.

I love my country.. Don’t you??   
By the way, I noticed..finally.. Monas keren banget kalo dah malem. Lampunya berubah-ubah warna. That’s cool.

My Trip To The Flea Market

October 24th, 2005 by jolarasati

Sabtu kemarin gue sama temen-temen gue ke Flea Market di pasar Senen (deket Atrium) kalo nggak salah orang bilangnya sih itu (pasar) "Poncol". Well, hari itu udah kedua kalinya gue kesana. They sold nice second-hand (or third hands.. only God knows) things there with very cheap price. Asal kita pinter nawar (nih dia yang gue gak jago sama sekali..hihihi) dan pinter milih barang supaya kita nggak dapet barang yang udah cacat parah. Well, I guess luck plays some part in that. Pertama kali kesana, gue dapet jaket parasut merah dalemnya seperti wool atau bulu thingy in a very good condition, gue cuma harus ganti zipper-nya aja. Gue dapet barang itu hanya dengan harga 20ribu rupiah saja sodara-sodara!! Asik kan?? Tapi kalo kemarin sih gue gak dapet apa-apa.. tadinya naksir jaket army dengan hood yang berbulu (i think I’m a fur fettish..hahaha)..sumpah keren banget!!..tp gak jadi beli gara-gara si penjualnya gak mau ngasih dengan harga yang gue minta. Dia tetep ngotot dengan hara 60ribu perak! Damn! How could he??? Gue sampe mimpiin jaket itu malemnya.. hiks.

Pertama kali, gue sempet dibilangin sama temen kampus gue kalo daerah situ tuh serem banget! Banyak tukan copet dan tukang palak!! Gue sempet syerem.. tapi ternyata, hey, it wasn’t that scary. Biasa aja sih.. yah, namanya pasar pinggir jalan gimana sih? Hati-hati sih perlu.. kalo nggak keilangan dompet, dicolek orang atau malah dicolek bis kota. Tapi yang namanya panas dan debu..wuah, nggak ketulungan deh. But still, it’s fun! Selain baju, mereka juga jual kaos kaki, jaket, tas, vcd, sepatu, iket pinggang trus kalo agak jalan sedikit, loe bisa beli buku-buku dan majalah, second atau baru, dengan harga yang relatif lebih murah daripada di toko buku. Dan cukup lengkap juga looh..

So, people.. I think you should try spare some time to go there. Gue sih nggak tau loe bakal nyesel apa enggak, but it’s worth to try. Lebih asik kalo naik Trans Jakarta dari Blok M.. that’s what we did that Saturday. Kita parkir mobil di Pasaraya Grande. Tapi kalo mau naik mobil juga gak papa. Bisa parkir di dalem pasarnya atau di Atrium Senen, tinggal jalan dikit kok.

I guess going to that flea market is my new hobby now.. hehehehehe
tapi jangan lupa! Baju yang dibeli direndem pake air panas semaleman, terus besoknya dicuci pake detergent seperti biasa, and after that it’s ready to wear.

People, Trust and My Past

October 15th, 2005 by jolarasati

My hearts has been injured badly for God knows how long. It came from those people who I trusted most. People I had no negative thinking towards to. People who stood very close to me.. People who had his/her own special corner in my heart. What they’ve done caused them my trust. What they’ve done made me feel like I can trust no one ever again. What they’ve done caused this scars on my thigh that came from a sharp blade. What they’ve done caused me my optimism trough life.   

And time passed by. But my heart still wounded from things in my past. People told me to forget my past, face your fears and the ghost of my past, and I’ll be okay because time will change everything. Yea, right. Time DOES change everything. But I don’t feel okay now, well maybe yet. I still can’t forget the pass (or I don’t want to?) and the ghost from my past still visit me once in a while usually  when I’m asleep at night or when I’m in my ‘down’ days.

I don’t trust people easily now. And somewhat that’s a major issue when between me and my loved ones. It hurt them so much  because they feel like I won’t trust anything they said or done, eventhough they did it purely for me as a token for their love and support. I just can’t put my heart on their hands. I can’t stand the the voices in my head saying that they might squeeze it and throw it onto the floor and just walk away. Just like what those people did years ago.

And what I hate the most is the fact that no matter how hard I’ve tried, no matter how hard people who care for me trying to convince me that they won’t hurt me, I just can’t open this high-transparent wall with lots of transparent little thorns that I built to protect me, and let people entered my heart and my life completely without any suspicion whatsoever. But I won’t stop trying and hoping that someday, that wall will fall down eventually. And I’ll get to live as a ‘real person’ one more time. And this time means forever.

It’s apparently not easy to trust people your life juts like that. Especially when we’ve experienced something bad involving our life, our trust, and our delicate heart.

A Writer’s Block

October 15th, 2005 by jolarasati

Hi, People..
Sebenernya gak ada topik yang pingin gue bahas atau masalah yang menarik buat gue sampe bikin gue merasa perlu untuk sharing it with you here. I just feel like writing. That’s all. Actually, it reminds me that some of my friends said to me once "Jol, Blog loe jarang di-update ya?". And then I said to myself, "kalo males ngapain juga repot2 bikin blog?". Akhirnya gue mengambil keputusan! No matter what, gue harus update blog gue at least 3 times/week.

But sometimes I got stuck in this term that writers called it "a writer’s block", dimana seorang penulis nggak punya ide, at all, tentang apa yang akan dia tulis. Just like today. Kebayang sih apa aja yang pengen banget gue tulis, tapi begitu gue duduk di depan komputer dan jari-jari gue udah siap diatas tust keyboard komputer gue, eh tiba-tiba..I don’t feel like writing! Which is hard to believe because I love to write. Tapi duluuu banget waktu gue masih sekolah dan seperti yang kita tahu dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita pasti disuruh mengaran tuh, nah giliran ulangan Bahasa Indonesia dan ada bagian mengarang, gue pasti selesai belakangan! Hahahahaha. Temen gue pernah bilang, kalo orang yang nggak jago ngarang itu berarti nggak bakat jadi tukang bohong! Well, apa yang dia bilang itu buat gue sekarang nggak terbukti sama sekali kok.. hahahaha

Hmm.. Damn! Sorry, i’m still in my so-called Writer’s Block. Gue bener-bener bingung mau nulis apa lagi nih. So I guess, that’s it for now folks. I’ll be back with something else, soon. or Not. hehe

There’s Sunshine After The Rain

October 14th, 2005 by jolarasati

It was a boring day.. got nothing to do so I deided to go inline and chat with my friends. Lagi asik2nya, tiba2 gue sadar kok gelap banget yaa?? I looked out from my bedroom window.. dan ternyata diluar emang gelap banget and it was only 3pm. Dalam hati gue bilang "Maaak! mau ujan deres nih!". FYI, biarpun udah gede kaya gini, gue masih takut sama yang namanya hujan angin apalagi kalo pake petir!!! Biarpun gue lagi pules2nya tidur, gue pasti kebangun kalo pas gue tidur ujan deras pake petir. People I know bakal bilang "what?? paling enak lagi kalo ujan deres trus kita tidur". Yeah, right. I don;t mind the rain.. but the sounds of thunder and the lightning yang gue nggak kuat!! Soo scary!

When I was little, I used to beg my parents to let me sleep in their room when it’s heavy rain with thunder and lightning as the bonus. Malah gue kadang2 sampe kebangun tengah malem, nyeret2 kasur dan ketok2 kamar ortu gue sampe mereka buka-in pintu. Dan loe pikir mereka bakal bukain pintu? No, sir. Mereka malah marahin gue dan bilang gue penakut!! So what? emang anak kecil gak boleh takut?  Gee, thanks mom and dad. You’re the greatest. Akhirnya gue cuma bisa sendirian di kamar gue dan ketakutan sampe nangis. And I was only..like 3 years old!

Sampe sekarang gue masih aja takut kalo ujan gede, pake petir dan gledek!! Brrr..!!

Tapi tadi, abis ujan dan petir kaya gitu, tiba2 berenti dan agak terang.. nggak cerah sih, tapi lebih terang. And I said to myself "Hey! Life is like that! Kadang ada badai yang menerpa, tapi abis itu tenang lagi dan rasanya lebih ringan!" No wonder ada pepatah yang bilang "there’s sunshine after the rain". Ketika badai itu sedang menerpa, hidup terasa gelap dan berat.. you feel like there’s no hope, there’s no light, nothing. Tapi ketika matahari mulai bersinar walaupun cuma sedikit, we found the pathway again! Then we get to smile and hoping and be positive once again. Sampe badai itu dateng lagi, abis itu matahari dateng lagi, terus berputar.

For me, my life is like a stormy season. It still does now.Of course the Sun shines sometimes, tapi seperti layaknya suatu musim, matahari itu gak bersinar lama. Except in summer. Gue belum pernah mengalami hidup gue seperti musim panas. Tapi, I can’t stand Summer! It’s too hot and too bright. Musim yang paling gue suka adalah musim gugur! Breezy, a bit chill, tapi (kayaknya sih) jarang banget hujan dan matahari pun tetep nongol. Sounds nice to me. I feel like living a long stormy life now. *sigh* like they said, you can’t always have what you want. I guess they’re right. 

Masih Tentang Bom Bali

October 12th, 2005 by jolarasati

I was surfing TV channels, ketika di salah satu TV swasta lagi ada acara tentang Bom Bali, terutama Bom Bali 2002. Disitu para saksi-nya [tentunya saksi hidup] diwawancara about what happened that day, bagaimana keadaan waktu itu, dan bagaimana perasaan mereka saat itu dan apa yang masih mereka rasakan saat ini. And I couldn’t help myself..I cried! Rasanya sakiiiit banget!Belum lagi pas liat  flashback suasana after that shocking tragedy.. Documentation footages yang menunjukkan gambar-gambar keadaan saat itu. Kobaran api.. orang [turis asing, turis domestik dan warga setempat] berlumuran darah berlarian.. orang2 panik dan nggak tau harus ngapain.. mayat-mayat penuh luka bakar bahkan gosong dan kaku dimana-mana.. petugas kepolisian, regu penyelamat, sukarelawan dan warga setempat yang tampak letih tapi tetap bekerja dengan sisa tenaga yang mereka punya..  puing-puing bangunan dan kerangka mobil yang beberapa diantaranya masih mengeluarkan apai atau asap.. Raungan sirine ambulance bercampur dengan raungan tangis dan teriakan kepanikan. Dan itu terjadi lagi  beberapa hari yang lalu? Walaupun tidak sedashyat 3 tahun yang lalu but still banyak yang mati tanpa mereka tahu apa yang terjadi dan apa salah mereka.

Those witnesses.. the survivors.. Some look more calm dan ‘nrimo’ now, some still in deep trauma and couldn’t stop crying. They lost their loved ones.. They lost their jobs.. They almost lost their life!! Talk about near death experience. Mereka bertutur tentang suara dentuman yang dashyat! Mereka bertutur tentang bau daging-daging yang terbakar! Mereka bertutur tentang teman-teman atau kerabat atau suami atau istri yang meregang nyawa sia-sia! Mereka bertutur tentang suasana yang kacau-balau! Mereka bertutur tentang derita yang mungkin belum pernah kita rasakan sendiri!

And it was time for commercial break.. few minutes after, the shows back on but this time, it was about the bomber! Ugh, those sickening faces!! Those psychopat killers with cold expression and disgusting grin on their f***ing shameless faces! All they talked about is "it’s Jihad!" mereka malah tersenyum bangga karena ‘misi’ mereka berhasil dan bikin mereka semua jadi terkenal dan makin menguatkan semangat mereka untuk terus melancarkan misi-misi mereka selanjutnya! Anjrit!!! Mereka itu orang apa bukan siih??  I wish I could shot them right between their eyes! I wish I could tortured them to death..slowly..painfully but absolutely deadly!! HUKUM INDONESIA TERLALU LEMBEK!!!!!!!!  [Hanya keras pada orang-orang yang mencuri ayam, sapi, kerbau, bahkan sendal jepit karena mereka lapar dan butuh makan!!]. Kenapa gue bilang begitu? Karena tadi gue baru baca di koran [rencana] pemindahan mereka ke Nusakambangan. For what?? LANGsUNG SIKSA DAN MATIIN AJA HARUSNYA!!!

Hey, tuan-tuan yang berkuasa! Lihatlah kami! Kalian adalah ‘wakil’ kami karena kami yang pilih anda.. kami yang memberi makanan diatas meja anda.. tidakkan nurani anda tergerak untuk memperhatikan kami? Atau kami hanya menggantungkan harapan pada pundak manusia-manusia malas dan acuh yang hanya bisa tidur di gedung parlemen, di kantor-kantor megah milik negara, dan makan gaji buta????
[hayah! kaya mereka bakal baca blog gue aja.. hehehe]

Tuhan! Tidakkah ada niat-Mu untuk menghentikan sengsara bagi bangsa kami?
Tunjukkan pada kami jika ada yang harus kami perbaiki! Tapi jauhkan kami dari sengsara karena bencana demi bencana.. teror demi teror
Tuhan! Buka mata ‘mereka’ yang menggunakan nama-Mu dan ajaran-Mu untuk melakukan teror..menebar ketakutan dan kebencian diatas bumi dan langit yang kau ciptakan untuk kamu.
Tuhan! Ampuni kami..

Hey you f***ing bombers!!! Buka mata dan telinga!!! You’re nothing but a bunch of idiotic terrorist!!! Stop yelling God’s name with your mouth!!

Bali menangis.. Lagi!

October 2nd, 2005 by jolarasati

Bali03_small                                 

Balibombing_auag_6jun2004

Belum lepas dari ingatan kita Tragedi Bom Bali tahun 2002 yang menghancurkan Sari dan Padi’s, yang sekaligus mengahancurkan hati kita semua. Malam tadi, sekali lagi, Bali ‘dilukai’ oleh ledakan bom di 3 lokasi yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan. Mau diapakan kita ini??

Kenapa kita nggak pernah mau belajar dari pengalaman? Kenapa ini masih saja bisa terjadi? Masih kurang ratusan nyawa melayang sia-sia tahun 2002 itu sehingga perlu ditambah lagi? And those mass killing was for what?? NGGAK ADA. Selain hanya menambah corengan arang di wajah negara kita ini dan melukai hati bangsa Indonesia pada umumnya dan keluarga2 yang kehilangan anggota mereka akibat perbuatan manusia-manusia terkutuk itu. And those fuckin’ bombers.. mereka bilang ini atas nama Tuhan? GILA!! Mereka itu menyalah-artikan ajaran agama dan tidak pernah mengenal kasih Tuhan.. I’m a moslem. Dan gue yakin, Tuhan gue tidak akan pernah mengijinkan umatnya mencabut nyawa orang lain.. apalagi nyawa orang-orang yang tidak tahu apa-apa.

There’s this one guy.. dia heran kenapa gue nangis waktu ke monumen Bom Bali. Dia bilang, "Don’t cry for them! They deserved that. Mereka kan Kafir dan musuh agama". Masya Allah! Gue bener2 kaget waktu dia bilang kaya gitu. Does he have a heart??? Bukan hak kita untuk mengacungkan jari kita ke seseorang dan memvonis dia sebagai "Kafir" apalagi musuh agama. Apa sih yang kita tau soal kedua hal itu? Sudahkah kita merasa lebih suci dan taat pada agama kita daripada orang lain? Tidak ada satu orang pun yang layak mati dengan cara yang tidak pantas seperti itu. Well, kecuali si Amrozi dkk itu.. hahahahaha

Dia juga bilang "lagian yang di-bom kan tempat-tempat maksiat, jadi nggak papa lah". Sudah jauhkah kita dari perbuatan-perbuatan maksiat?? Can’t help wondering. Mereka datang ke tempat itu hanya untuk bersenang-senang.. good food.. good drink.. dan apapun yang mereka lakukan, maksiat atau tidak, itu urusan mereka. Jaga diri sendiri saja kadang kita nggak becus, ngapain iseng ngurusin orang lain? Berkaca sajalah baiknya.

Buat gue pribadi, Bali adalah tempat yang menyenangkan.. modern tapi masih ada nilai tradisi dan religius-nya. Tergantung kemana loe pergi. Dan buat gue Bali Bombing Oktober tahun 2002 dan yang baru saja terjadi semalam [Oktober 2005], tak lebih dari perbuatan biadab dan pembunuhan massal.. tanpa embel-embel agama ataupun politik. Terserah pandangan orang lain..

World peace? Hah! Mimpi saja! Tidak akan pernah terjadi sebelum kita bisa belajar toleransi dan menyayangi sesama, apapun agamanya, apapun suku bangsanya dan apapun warna kulit dan jenis kelaminnya.

Dan sekarang, setalah bom semalam memakan korban yang kebanyakan warga Indonesia, gue berpikir.. Hmm, ‘temen’ gue itu masih bisa berpendapat seperti itu nggak ya? Walaupun tidak sedashyat pengeboman 3 taun yang lalu, kok perihnya masih sama aja ya? Walaupun sekarang masih belum ditentukan siapa pelakunya dan apa motifnya, tetep aja.. mereka itu TERORIS! PENGECUT!

My dearest Bali..
There will always be sunshine after the rain.. selalu! Tak peduli sampai kapan pun hujan itu akan turun dan mengguyur kita semua.

Tundukkan kepala sejenak dan panjatkan do’a bagi para korban, keluarga mereka, masyarakat Bali, bangsa ini, negara ini, dan dunia yang masih patut kita cintai. May God forgive us all.. and bless us always. Amin.

At_the_bombing_monument2002 Bali Bombing Monument
Dibangun diatas salah satu club tempat bom diledakkan. Lebih dari seratus nyawa melayang disini for nothing..

Klik http://www.fugly-bali.org kalo mau sedikit gambaran bagaimana Bali sudah tidak lagi menjadi tempat liburan yang menjanjikan ketenangan seperti dulu lagi!

“Must Love Dogs”

September 17th, 2005 by jolarasati

A romantic-comedy with a shallow story but still worth to watch for those who seeks fun and something lite. Starting with interviews on "How do you meet man/woman?

It’s about Sarah [Diane Lane], 40-sumthin and charming, a preeschool teacher and Jake [John Cusack], A boat designer. Both a divorcee,  who tries to look for a new love and perhaps a soulmate. Her family offers a lot of help in finding her a new man. Until her profile shows up in an online match-making website, with a "must love dogs" tagline. Then one day she borrowed his brother’s dog to meet this guy, Jake, at the dog park. And the story continues.. With a funny twist in the middle including an affair with her student’s father. Soooo funny and sometimes touchy.

I’ll give it a 6,5 out of 10. But I had fun watching it.

[Chicago Sun-Times,Robert Ebert
"The movie toys with heartbreak because it knows, we know, no hearts will be broken".
] 

Diane_lane6
Directing and screenplay: Gary David Goldberg
Novel by Claire Cook
Starring: Daine Lane, John Cusack, Elizabeth Perkins, Christopher Plummer, Dermot Mulroney, Stockard Channing, etc.